Pemilih pemilu adalah setiap Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih untuk memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai ketentuan perundang-undangan. Pada dasarnya setiap warga negara memiliki hak politik untuk memilih dalam pemilu, akan tetapi hak itu harus diatur dengan cara menetapkan syarat tertentu agar terjadi keteraturan dalam proses politik.

Syarat Menjadi Pemilih dan Cara Pendataan  :

Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dikategorikan sebagai pemilih? Syarat tersebut adalah sebagai berikut:

  • WNI yang berusia minimal 17 tahun.
  • Sudah/pernah menikah.
  • Tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya.
  • Terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
  • Bukan anggota TNI/Polri.
  • Tidak sedang dicabut hak pilihnya.
  • Khusus untuk Pemilukada, calon pemilih harus berdomisili sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan di daerah yang bersangkutan. Jika seseorang sudah memenuhi syarat-syarat tersebut namun tidak terdaftar sebagai pemilih, maka tidak bisa mengikuti pemilu.

Hak dan Kewajiban Pemilih dalam Pemilu :

Pada dasarnya semua masyarakat atau warga Indonesia wajib ikut serta dalam pelaksanaan pemilihan umum yang diadakan setiap lima tahun sekali secara berkala. Masyarakat yang telah berumur lebih dari 17 tahun, memiliki KTP warga Negara Indonesia, serta terdaftar dalam data peserta pemilihan umum, berhak mengikuti pemilihan umum secara bebas.

Seluruh peserta pemilu juga berkewajiban untuk menjaga berlangsungnya pemilu, sehingga tidak terjadi kekacauan. Untuk mengurangi kecurangan, maka masyarakat juga harus berkenan untuk menjadi saksi dalam perhitungan suara yang dilakukan di TPA, serta mengawasi pelaksanaannya. Masyarakat juga harus berperanan aktif dan tanpa tindakan anarkis dalam pelaksanaan pemilu, sehingga pelaksanaan pemilu akan berlangsung dengan baik dan memberikan hasil yang terbaik.